
Di tahun 2025, persaingan bisnis digital semakin ketat. Banyak pelaku bisnis mempertimbangkan pilihan antara website vs marketplace untuk memperkuat kehadiran digital mereka. Keduanya memang memiliki peran besar dalam perkembangan bisnis online, namun masing-masing memiliki keunggulan dan keterbatasan yang perlu dipertimbangkan secara matang.
Bagi pemilik bisnis, keputusan ini tidak boleh didasarkan pada tren semata. Anda perlu memahami bagaimana keduanya bekerja dan strategi mana yang paling menguntungkan untuk pertumbuhan jangka panjang. Salah satu pembahasan mendalam mengenai peran website dalam strategi bisnis juga dapat dilihat di:
https://www.jasawebjakarta.co.id/website-sebagai-alat-utama-strategi-bisnis/
1. Keunggulan Marketplace dalam Persaingan Digital
Marketplace tetap menjadi pilihan populer. Meski demikian, memahami posisi website vs marketplace penting agar bisnis tidak bergantung pada satu kanal saja.
• Akses ke jutaan pengguna aktif
Marketplace sudah memiliki traffic besar, sehingga produk Anda berpotensi dilihat lebih banyak orang tanpa harus membangun audiens dari nol.
• Proses penjualan yang serba cepat
Sistem katalog, pembayaran, hingga pengiriman telah disediakan. Pelaku usaha hanya perlu mengunggah produk dan mulai berjualan.
• Cocok untuk validasi produk
Bagi bisnis baru, marketplace memberikan ruang untuk menguji minat pasar sebelum membangun sistem yang lebih besar.
Namun, di balik itu ada beberapa hal yang perlu menjadi perhatian, seperti tingginya persaingan harga, ketergantungan pada aturan platform, hingga biaya komisi yang terus meningkat setiap tahun.
2. Keuntungan Memiliki Website Bisnis Sendiri
Di tahun 2025, website bukan lagi sekadar pelengkap. Website adalah aset utama bisnis digital karena memberikan kontrol penuh dari sisi brand maupun operasional. Beberapa keunggulannya:
• Membangun kredibilitas profesional
Website menunjukkan bahwa bisnis Anda serius dan terpercaya. Brand terlihat lebih kuat karena tidak bercampur dengan ribuan produk pesaing.
• Tidak ada biaya komisi
Setiap transaksi langsung masuk ke bisnis Anda tanpa potongan dari platform. Dalam jangka panjang, ini menghemat biaya cukup besar.
• Fleksibilitas penuh
Anda bebas menentukan tampilan, sistem pemesanan, hingga penawaran khusus. Website memberikan ruang untuk menyesuaikan pengalaman pelanggan sesuai kebutuhan.
• Lebih mudah dioptimalkan untuk jangka panjang
SEO, konten, dan branding dapat dibangun secara bertahap sehingga bisnis Anda lebih stabil dan tidak bergantung pada platform tertentu.
3. Website vs Marketplace: Pilihan Paling Menguntungkan di 2025
Jika berbicara jangka pendek, marketplace memang terlihat lebih cepat menghasilkan penjualan. Trafik sudah tersedia, sehingga proses perolehan pelanggan bisa terjadi dalam waktu singkat.
Namun untuk jangka panjang, website jauh lebih menguntungkan karena:
- Bisnis punya aset digital sendiri
- Brand lebih kuat dan terlihat profesional
- Margin keuntungan lebih besar
- Pelanggan lebih mudah ditargetkan kembali (retargeting)
- Tidak terpengaruh kebijakan platform
Tren 2025 juga menunjukkan bahwa semakin banyak bisnis beralih ke website karena ingin membangun sistem penjualan yang stabil dan tidak bergantung pada pihak ketiga.
4. Kombinasi Website vs Marketplace sebagai Strategi Ideal
Bagi sebagian besar bisnis, strategi terbaik adalah menggunakan keduanya secara bersamaan.
- Marketplace untuk menjaring pelanggan baru
- Website untuk menjaga loyalitas, meningkatkan kepercayaan, dan memperbesar margin
Dengan cara ini, bisnis tidak kehilangan potensi penjualan dari marketplace, tapi tetap memiliki aset digital yang dapat berkembang jangka panjang.
Kesimpulan
Marketplace adalah tempat yang tepat untuk memulai, tetapi website adalah fondasi utama untuk membangun bisnis yang berkelanjutan. Di era digital 2025, memiliki website bukan lagi pilihan, melainkan kebutuhan untuk menciptakan keunggulan kompetitif.
Jika Anda ingin memahami lebih jauh mengenai peran website dalam strategi bisnis modern, Anda bisa membaca pembahasannya di sini:
https://www.jasawebjakarta.co.id/website-sebagai-alat-utama-strategi-bisnis/